Honeymoon ke Bali Bersama Rombongan Sekolah
Tidak terbayangkan sebelumnya akan honeymoon ke Bali, dan juga tidak terbayangkan bakal honeymoon bersama rombongan teman kerja !
Lho kok ?
Iya, jadwal seperti sudah diatur
Saya menikah hari Sabtu dan hari Rabunya ada acara sekolahan yang sudah direncanakan, family ghatering guru karyawan sekolah. Pas banget ya!
Ada rasa senangnya, ada rasa malunya, ada rasa deg-degannya semua jadi satu ! Ini pertama kalinya pergi lumayan jauh bersama pasangan, dan kali ini sudah halal lho. Plus ditambah rasa antusiasnya karena ini pertama kalinya ke Bali.
Yang jelas mau pergi rombongan, banyak orang dengan berbagai karakter, siap menerima segala konsekuensinya.
Berangkat Sore
Kami berangkat sore hari, tepatnya habis mahrib dari Kebumen dan kami dijemput di Prembun kurang lebih pukul 7 malam. Kami menggunakan bis, bisnya terlihat bagus dan nyaman.
Mampir makan malam
Perjalanan malam Kebumen - pelabuhan di atas bis, masih bisa dirasakan sampai sekarang nuansa atas bis perjalanan malam. Antar tidur dan melek. Saat ngantuk-nganguk bis transit di tempat makan, disaat transit disitulah ada antri kamar mandi. Lanjut makan dan rasanya antara kepen=_=gen=_= makan dan kepengen tidur.
Sampai Pelabuhan
Kami sampai pelabuhan menjelang subuh sekitar pukul 4 pagi. Merasakan pertama naik kapal besar, melihat bis-bis dan kendaraan besar memasuki kapal. Turun ke kapal, merasakan goyangan ombak di dalam kapal. Ketika matahari mulai nampak, kami sengaja ke luar melihat luasnya lautan, selat Jawa Bali reel di depan mata.
Disambut Musik Bali
Begitu kapal sampai pelabuhan dan kaki menginjakan pulau Bali, langsung terdengar di telinga alunan gamelan Bali dari sound penjual di pelabuhan. Aaaah Bali banget sih. Suara musik Bali yang selama ini hanya dari kaset atau YouTube sekarang didengar langsung di Bali.
Dari pelabuhan langsung meluncur ke tempat singgah, tempat makan dan di sini terjadi antrian lagi untuk mandi dan bersih-bersih serta ganti baju. Makanan pertama masih berbau masakan Jawa. Cocok di lidah.
Setelah makan pagi, bersih-bersih dan ganti baju, lokasi pertama wisata di pulau Bali adalah tanah lot. Di sini banyak turis-turis asing, dan banyak orang-orang mengenakan baju adat Bali. Menuju ke pantai tanah lot melewati kerumunan penjual oleh-oleh. Baru wisata pertama mata langsung disuguhkan berbagai oleh-oleh khas Bali.
Tanah lot seperti pantai pada umumnya, ada pulau kecil di bibir pantai dan di pulau tersebut ada pura, tempat ibadah warga Bali, menjadikan tempat ini selain tempat wisata juga tempat sakral untuk beribadah warga Bali.
Garuda Wisnu Kencana
Wisata kedua adalah GBK atau Garuda Wisnu Kencana. Kesan pertama ke sini adalah tempatnya bersih, dari kejauhan terlihat patung yang begitu besar potongan badan GBK. Selain bersih kesan berikutnya adalah ramai sekali dan macet. Di setiap tempat wisata Bali, mengapa kesan sakralnya begitu kuat ya?
Penginapan
Setelah lokasi kedua kami menuju penginapan, penginapannya bagus modelnya seperti rumah dengan banyak kamar. Tidak seperti hotel bertingkat yang bentuknya bersekat-sekat tapi ini lebih mirip seperti rumah. Kami sampai penginapan magrib, makan malam dan beristirahat. Besok paginya dilanjutkan ke wisata hari ke dua.
Sangeh
Hari kedua wisata di Bali, lokasi pertama adalah Sangeh. Sangeh adalah hutan yang berisi banyak kera, kera di sini berarti Hanoman. Hati-hati dengan barang bawaan, keranya agresif. Tempatnya sunyi dan sakral sama seperti dua lokasi sebelumnya. Walaupun banyak pengunjung, di Sangeh itu terkesan sunyi. Ciri khas wisata Sangeh adalah kera.
Bedugul
Lanjut ke lokasi wisata kedua di hari kedua adalah danau Bedugul. Khasnya danau adalah lokasinya berada di ketinggian dan tentunya berhubungan dengan air. Begitu sampai di Bedugul, indaaah sekali. Hamparan air dan pura-pura megah berpadu di danau ini.
Karena lokasinya di ketinggian banyak penjual buah dan sayuran di danau Bedugul, menggoda selera sekali untuk belanja.
Nusapenida
Lokasi berikutnya adalah nusapenida. Nusapedina adalah pulau di Bali yang dijadikan tempat wisata. Sampai di sini pas siang dan lumayan terik tempat ini. Siapkan topi dan sejenisnya untuk melindungi dari sinar matahari.
Ada banyak wahana disini, ada wahana ke pulau penyu, naik banana boat dan banyak lainnya.
Saat di Nusapenida bertepatan dengan hari Jumat, kewajiban umat Islam untuk melakukan Sholat Jumat, di pulau Bali Masjid lokasinya lumayan jauh dari tempat wisata. Ibu-ibu hanya menunggu Bapak-bapak sholat Jumat di Masjid yang lokasinya tidak dekat.
Dari Nusapenida lanjut ke penginapan untuk makan malam dan istirahat. Paginya kita langsung check out dari penginapan melanjutkan wisata dan langsung perjalanan pulang
Pantai Kuta
Wisata hari terakhir wisata di Bali adalah Pantai Kuta, pantai yang begitu terkenal, pantainya orang Bali. Pantai Kuta seperti berada di pinggir jalan. Pasirnya putih dan bersih, kami kesini masih pagi, matahari baru saja terbit dan sepoi-sepoi angin diiringi musik Bali jadi terkesan sekali dengan Bali.
Pantai Pandawa
Khas pantai Pandawa ada pertunjukan tari Kecak yang Bali banget. Tidak akan melihat pertunjukan seperti itu jika tidak di Bali oleh orang asli Bali.
Krisna
Belum wisata jika belum ke pusat oleh-oleh. Krisna adalah pusat oleh oleh besar di Bali selain joger. Di Krisna berbagai oleh-oleh khas Bali ada, dari makanan, souvenir, baju-baju dan banyak lainnya. Siapkan wadah dan uangnya yang banyak.
Joger
Belum ke Bali jika belum beli Joger. Joger jelek itulah khasnya Joger. Pastikan jika ke joger kita sudah tahu ukuran badan kita. Jadi tinggal mencari item dan sizenya tanpa perlu mencoba. Apalagi jika jastipan teman atau untuk membelikan oleh-oleh orang di rumah.
Kesan 3 hari di Bali
1. Tempatnya bersih
2. Sakralnya terasa sekali
3. Musik Bali dimanapun menambah khas Bali banget
4. Di setiap tempat ada sesajen
5. Setiap hari melihat orang beribadah di Bali
6. Tidak pernah mendengar Adzan
7. Mau ke Masjid lokasinya tidak dekat
8. Bangunan rumah kebanyakan seperti candi
9. Banyak umbul-umbul dari janur, kalo dibawa seperti acara pernikahan.
0 Comments