Tradisi Menjelang Ramadan Desa Mrentul Bonorowo Kebumen
Ramadan adalah bulan yang istimewa dan sangat dinanti-nanti umat islam, Bisa menjumpai momen setahun sekali yaitu bulan ramadan adalah hal yang patut sekali untuk kita syukuri. Berbagai bentuk syukur kita akan datangnya bulan ramadan setiap daerah berbeda-beda tetapi pada dasarnya semua niatnya adalah sama yaitu suka sita menyambut bulan ramadan.
Di desa Mrentul Kecamatan Bonorowo Kebumen juga ada tradisi menyambut datangnya bulan suci ramadan, Apa saja tradisinya ?
1. Ruwahan
Ruwahan adalah acara yang diadakan di bulan ruwah atau bulan sebelum bulan ramadan. Acaranya adalah berdoa menyambut bulan ramadan. Biasanya dengan mengundang warga sekitar atau dengan grup tahlilan warga atau paguyuban warga. Pulangnya diberi shodakohan bisa tidak juga bisa tergantung tuan rumahnya. Niatnya bagus, berdoa supaya keluarga yang mengadakan Ruwahan diberi kelancaran, kesehatan menyambut bulan ramadan dan bulan-bulan berikutnya.
2. Gombrang
Gombrang adalah kerja bakti membersihkan tempat makam umum bersama-sama warga sekitar menyambut bulan suci ramadan. Membersihkan rumah terakhir para leluhur. Di bulan suci ramadan leluhur yang sudah mendahului kita,mereka katanya diampuni semua siksaannya saat bulan suci ramadan
3. Syabanan
Syabanan berasal dari kata nisfu syaban, syabanan adalah acara yang diadakan untuk memperingati malam nisfu syaban, malam diampuninya dosa-dosa kita menjelang ramadan. Malam harinya kita ke masjid untuk beribadah dan setelah ke masjid lanjut ke pasar untuk jajan, banyak sekali penjual tiban atau dadakan menjual makanan.
4. Nyekar atau Ziaroh
Nyekar atau ziaroh adalah mengunjungi makam leluhur yang telah mendahului kita. Setelah ziaroh kepada keluarga terdekat dulu biasanya orang-orang juga ziaroh ke wali-wali atau orang yang dianggap agama lebih darinkita seperti syech kyai dan lain sebagainya.
5. Bersih-bersih mushola
Bersih-bersih mushola mungkin hal yang umum dimana pun ada mushola, tidak hanya takmir yang membersihkan tapi seluruh warga sekitar masjid atau musholla, bergotong royong membersihkan mushola, mencuci karpet, ngepel dan lainnya.
6. Kenduri Pertama Tarawih
Tarawih malam pertama selalu diadakan kenduri, setiap keluarga membawa nasi beberapa paket seikhlasnya ada yang bawa tiga, empat, lima, bahkan sepuluh. Semua nasi dikumpulkan jadi satu, di doakan bersama setelah selesai tarawih pertama, setelah itu nasi dibagi kepala semua yang berangkat tarawih. Jadi yang berangkat tarawih mendapat nasi paketan bebas entah itu buatan siapa.
0 Comments