Lalapan Mba Icha Kebumen
Tempat makan yang tidak asing lagi bagi pecinta sambal di Kebumen kota, iya Lalapan Mba Ica.
Sebelum pertama kalinya makan di sini, saya tahunya tempat ini begitu ramai pelanggan apalagi jam makan siang dan penuh lagi saat bulan puasa.
Antrinya tempat ini membuat orang yang belum pernah makan di sini jadi penasaran, kenapa sih kok ramai sekali.
Sampai akhirnya saya berkesempatan makan di lalapan Mba Ica Kebumen.
Pertama kali makan di sini disambuat dengan deretan menu yang akan kita pilih, dari ayam, ikan, bebek, dan berbagai jenis lauk yang menggoda.
Kita ambil sendiri apa yang kita mau dengan wadah nampan, ambil nasi dan sambal sendiri sepuasnya
Yang jadi favorit para pecinta sambal apa ? Sambalnya beraneka macam dan kita bebas mengambil, begitu bahagianya kan, melihat sambal pedas dihadapan mata.
Sesudah ambil nasi, lauk, sambal baru kita ke kasir langsung bayar, jadi ketika kita selesai makan bisa langsung pulang tanpa antri membayar lagi
Bagaimana pelayanannya?
Sekitar 15-20 menit menunggu makana di antar ke meja.Yang lapar harap bersabar, pernah cepet, pernah juga agak cepek dan pernah juga lumayan cepet.
Tempatnya bagaimana ?
Model tempatnya terbuka, ada versi duduk ada versi lesehan, tempatnya lumayan luas , bisa menampung 100 orang mungkin ya, tempat ini bukan model tempat makan ber AC ya. Jadi seperti model lesehan tapi luas. Bukan juga tempat makan aestetik, beda konsep dengan para pencari ke estetikan tempat makan.
Rasanya bagaimana ?
Rasanya versiku enak, sambalnya ada yang pendek dan sedikit pedas. Makan yang sesungguhnya. Oh iya nasinya macam macam varian ya, ada nasi jeruk, ada nasi putih biasa, ada nasi uduk dan macam-macam lainnya. Kalo pernah kesini seperti ingin kembali lagi.
Harga bagaimana ?
Makan 2 orang dengan minum putih, karena mulai menormalisasi makan ya air putih. Total kurang lebih 50 ribu. Dengan menu ayam atau bebek. Standar untuk harga menu ayam dan sejenisnya.
Parkirnya bagaimana ?
Naah ini nih yang bikin mikir kalo mau makan di sini dengan membawa roda 4, karena parkirannya terbatas, apalagi jika model buka bersama, sepertinya mikir banyak deh, dengan lalu lintas jalan di depannya yang termasuk rute padat.
Kamar mandi mushola ?
Ada kamar mandi, dan mushola seadanya untuk darurat jika belum sholat setelah berpergian.
0 Comments